Pagi-pagi sekali, setelah sarapan nasi jagung dan ikan asin, Hasan sudah bersiap pergi ke sawah bersama ayahnya. Udara masih dingin, embun menempel di rumput liar di sepanjang jalan setapak yang mereka lewati. Beberapa petani sudah terlihat di pematang, ada yang membawa cangkul, ada pula yang menuntun kerbau. Hasan berjalan dengan langkah ringan, menikmati setiap langkah di tanah becek yang dingin. Ketika mereka sampai di sawah, ayahnya langsung mulai bekerja, mencangkul dan membersihkan gulma di sekitar tanaman padi. Hasan ikut membantu, meskipun lebih banyak bermain lumpur daripada benar-benar bekerja. Tak lama, beberapa temannya muncul dari arah lain—Umar, Jamal, dan Asep. Mereka membawa bola kasti dan tersenyum lebar saat melihat Hasan. "Hasan, ayo main di pinggir sawah!" Umar memanggilnya. Hasan menoleh ke ayahnya. "Boleh, Yah?" Ayahnya hanya tersenyum. "Boleh, tapi hati-hati jangan sampai jatuh ke sawah!" Hasan langsung berlari menghampiri teman-tem...
Comments
Post a Comment