Siang itu, langit mendung mulai menggantung di atas desa. Hasan dan teman-temannya masih bermain kasti di pinggir sawah, meskipun angin mulai bertiup lebih kencang. Dari kejauhan, suara gemuruh terdengar samar-samar. "Sepertinya mau hujan," ujar Umar, menatap langit yang semakin kelabu. "Ayo main terus saja, belum tentu deras," balas Hasan, masih semangat. Permainan berlanjut, tapi tidak lama kemudian, rintik hujan mulai turun. Semula hanya gerimis kecil, lalu berubah menjadi semakin deras. Anak-anak lain yang sedang berada di sawah berlarian mencari tempat berteduh, tapi Hasan dan teman-temannya justru tertawa kegirangan. "Hujan-hujanan saja!" teriak Asep, lalu melepas bajunya, menyisakan hanya celana pendek. Hasan dan yang lain ikut melakukan hal yang sama. Mereka berlari-lari di tengah hujan, berputar-putar, bahkan ada yang menjatuhkan diri ke tanah, menikmati dinginnya air yang mengguyur tubuh mereka. Di tengah keseruan itu, tiba-tiba suara keras terd...
Comments
Post a Comment