JEJAK SANG GURU 2
Pagi itu, madrasah seperti biasa dipenuhi suara anak-anak yang membaca doa sebelum pelajaran dimulai. Ustad Mahfud berdiri di depan kelas, memperhatikan murid-muridnya satu per satu. Matanya tertuju pada tempat duduk yang kosong di pojok belakang. "Siapa yang tidak masuk hari ini?" tanyanya dengan suara tenang, tetapi cukup tegas. Beberapa murid saling pandang, ragu-ragu untuk menjawab. Akhirnya, Hasan mengangkat tangan. "Umar, Ustad," jawabnya. Ustad Mahfud mengangguk, lalu bertanya lagi, "Ada yang tahu kenapa dia tidak masuk?" Tak ada yang langsung menjawab. Beberapa anak tampak resah. Mereka tahu, di madrasah ini, tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas bisa berakibat panjang. Setelah beberapa saat, Jamal memberanikan diri berbicara, "Kemarin Umar main di sungai sampai sore, Ustad. Mungkin dia kecapekan." Ustad Mahfud terdiam sejenak. Semua murid menunduk, menunggu reaksi gurunya. "Siapa yang rumahnya dekat dengan Umar?" tanyany...