JEJAK SANG GURU 1
Desa kecil itu terletak di kaki pegunungan, jauh dari gemerlap kota. Tidak ada listrik, tidak ada sepeda, dan satu-satunya kendaraan yang biasa digunakan warga hanyalah angkutan desa dengan bak terbuka yang hanya beroperasi menuju pasar. Saat malam, rumah-rumah hanya diterangi lampu minyak, dan pagi harinya embun menempel di dedaunan hijau, membuat udara terasa lebih sejuk. Di desa itu, hidup seorang guru agama bernama Ustad Mahfud. Ia seorang pegawai negeri, mengajar di madrasah yang terletak tak jauh dari pemukiman warga. Setiap pagi, selepas Subuh, ia berjalan kaki menuju sekolah bersama anaknya, Hasan. Perjalanan mereka tidak jauh, hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki. Jalannya masih berupa tanah dan berumput, kadang becek jika habis hujan. Hasan sudah terbiasa melewati jalur ini, mendengar suara burung di pepohonan, dan sesekali melihat ayam atau kambing warga berkeliaran di pinggir jalan. "Bapak, kenapa orang-orang selalu hormat sama guru?" tanya Hasan, melompati ...