Posts

Showing posts with the label syamsul

X - Bioskiop Sena IV Bumiayu

Siang jam satuan, hari sabtu, terik menyengat, hawa panas memeras tubuh keluarkan keringat beraromakan kecut. seperti suasana di dalam balai desa Kalierang waktu itu, yang sedang membahas keberadaan X Bioskop Sena. melalui perdebatan panjang musyawarah tersebut menghasilkan ketetapan bahwa pembongkaran x-bioskop Sena dihentikan. Besoknya hujan mengguyur Bumiayu walau hanya sebentar, seakan tahu debu bioskop sena adalah polusi udara, maka hujanpun seakan bermaksud menghentikan taburan debu itu. walaupun saat itu tukang bongkar sudah tidak terlihat lagi, x-bioskop Sena terlihat lengang tak lagi ada suara-suara dentuman besi beradu, seperti beberapa hari yang lalu. Langit mendung diarah timur, sementara di sebelah barat sinar matahari masih menerpa pelataran bumi. itu hari Senin, tanggal 1 Juni 2009, sekitasr jam 3 siang, pihak kepolisian memasang garis pembatas, loreng hitam-kuning sebagai tanda bahwa permasalahn ini sedang diselidiki, dan melarang orang untuk masuk di daerah dalam lin...

X - Bioskop Sena II Bumiayu

: Dibalik Pembongkaran Gedung Eks-Bioskop Sena oleh Syamsul Maarif Sekita, jam 19:00an WIB, hari Minggu 24 Mei 2009, saya di rumah ohwai,. disana Pengurus Yayasan Eka Bhakti sedang berkumpul. Salah satu poinnya jadi bahan pembahasan adalah keberadaan Gedung Eks Bioskop yang sekarang dibongkar, dan barang-barangnya mulai dimuat ke truk untuk di bawa entah kemana. Dari beberapa sumber: Pengakuan dari ketua dipertemuan tersebut bahwa Yayasan Eka Bakti berdiri tahun 1990, dilegalisasi atau dinotariskan tahun 2001. dalam salah satu diktum di Akta mengatakan bahwa organisasi ini berdiri melanjutkan organisasi THHK (Tiong Hwa Hwe Kwan) yang bergerak dibidang pendidikan dan Sosial (kematian). Kepemilikan Gedung Bioskop Sena, mengacu pada Diktum yang tertuang di Akta Notaris pendirian Yayasan Eka Bakti, keputusan menteri no c.71-HT.03.01 Th 1991 tanggal 19agustus dan kepala Badan Pertanahan No 54-XI-1991 tanggal 17 Sept 1991, menyatakan bahwa eks Gedung Bioskop Sena termasuk Gedung Sekolah...

YANG TAK TERUNGKAP

Cerpen Oleh Syamsul Maarif, SS Wajah kusut yang menghiasi Fadoli, lelaki umur 24 tahun itu menyirat makna. Setelah lulus dari Universitas ternama di Purwokerto ia kehilangan kepercayaan diri. Dimata keluarga ia dicemooh sebab hingga saat ini belum juga bisa menghasilkan uang dari Ilmu yang didapatnya di Sekolah. Melamar kerja belum juga mendapat tanggapan, kemaren saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ia mencoba melamar, tapi rupanya pemerintah daerah belum membuka peluang untuk keilmuan yang dimilikinya, ada juga harus ada syarat yang harus di penuhi dan Dolly tidak punya itu. Ia sebenarnya tak begitu tertarik dengan CPNS, ia ingin membuka lapangan kerja sendiri tapi terbentur dengan modal keuangan. Ia meminta modal sama orang tua belum juga boleh. Padahal kalau dipikir orang tua ada modal hanya saja memang orang tua Dolly tidak percaya pada Dolly, bisa menjalankan bisnis. Orang tuanya sudah trauma dengan kejadian yang menimpa kakak sulungnya di kasih modal lagi-lagi gagal dan ga...

AKU-ISME

cerpen oleh Syamsul Maarif, SS Namaku Aku, pekerjaan mencari kerja untuk mendapatkan modal membuka lapangan kerja, menikahi seorang gadis yang paling Aku sayangi dan yang utama membahagiakan orang-orang yang ada di sekitar. Dua puluh dua lebih surat lamaran kerja terkirim tapi tak kunjung juga mendapatkan panggilan, setiap mengirim Aku harus mengeluarkan koceknya dua belas Ribu Rupiah, belum biaya foto dan foto kopi. Sekali lamar bisa mengeluarkan uang lima belas ribu rupiah. Walau pun ini masih belum seberapa bila dibandingkan teman Aku yang mengirim lamaran hingga lebih dari seratus lamaran. Berapa uang yang keluar kalau lima belas ribu kali seratus? Pikir dipikir masih mending mengirim tulisan cerpen paling-paling sepuluh kali bisa diterbitkan dan mendapatkan uang kembali. Aku juga seorang penulis cerpen yang beberapa kali mengirim tulisannya ke beberapa media. Aku kenal dekat dengan beberapa cerpenis dan novelis. Dulu Aku sering bersilaturrohim ke rumah mereka tapi akhir-akhir ini ...