Posts

Showing posts with the label puisi

Kau masih makhluk dari Kholikku

Kau lah getar pertamaku yang melambungkan frekwensi jiwaku Kaulah kerlip fajar yang membangunkan tidurku Kaulah matahari yang menghangatkan dan menundukkan kesombonganku Kaulah relung senja yang membuat tengadah mempesonaku Kaulah cahaya rembulan yang menerangi malamku Kaulah kerlip bintang yang menghiasi alam pikirku Kaulah ...kaulah piranti yang sedang ku jemput dan ku raih tuk iringi langkah ku Sebab kau masihlah makhluk dari Kholikku

Syair Pagi Untuk Mardana

oleh syamsul maarif, SS Lenggak lenggok Mardana berjalan berselimut kabut mengikuti irama pematang sawah menapaki daun-daun berembun menuju Sekolah cahaya matahari pagi berpendar, menembus kabut, melelehkan embun, mengkilapkan baju seragam sekolah yang menutup tubuh elok Mardana kini kaki riangnya harus melompati sungai yang menghadang semakin dekat di mata, sepatunya berlumpur wajahnya tunduk menatap jalan, mulutnya komat-kamit seperti sedang bernyanyi sayup terdengar ternyata sedang menghapalkan pesan "ingatlah kebodohan, hingga tak tampak lagi di rautmu, sebab bodoh adalah petaka" Puisi ini dibuat sewaktu penulis masih mengajar di Kab. Bungo Jambi Sumatera. tahun 2003 Mardana adalah nama salah satu muridnya yang setiap pagi berangkat melewati gubuk yang penulis tempati.