Posts

Showing posts with the label cerpen

YANG TAK TERUNGKAP

Cerpen Oleh Syamsul Maarif, SS Wajah kusut yang menghiasi Fadoli, lelaki umur 24 tahun itu menyirat makna. Setelah lulus dari Universitas ternama di Purwokerto ia kehilangan kepercayaan diri. Dimata keluarga ia dicemooh sebab hingga saat ini belum juga bisa menghasilkan uang dari Ilmu yang didapatnya di Sekolah. Melamar kerja belum juga mendapat tanggapan, kemaren saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ia mencoba melamar, tapi rupanya pemerintah daerah belum membuka peluang untuk keilmuan yang dimilikinya, ada juga harus ada syarat yang harus di penuhi dan Dolly tidak punya itu. Ia sebenarnya tak begitu tertarik dengan CPNS, ia ingin membuka lapangan kerja sendiri tapi terbentur dengan modal keuangan. Ia meminta modal sama orang tua belum juga boleh. Padahal kalau dipikir orang tua ada modal hanya saja memang orang tua Dolly tidak percaya pada Dolly, bisa menjalankan bisnis. Orang tuanya sudah trauma dengan kejadian yang menimpa kakak sulungnya di kasih modal lagi-lagi gagal dan ga...

Meranggas

Cerpen oleh Syamsul Maarif, SS Cuap Menjentik Aku yakin kamu tahu nafsuku ingin hubungan kita lebih dari sekedar teman Maka ada cuap yang menjentik menuturkan: Sudikah kamu menghapus lukanya dibibirku dengan bibirmu. Bilakah kau izinkan, Sungguhpun aku berharap bisa menghapus lukanya dibibirmu dengan bibirku Awal Ada cerita selengkapnya bisa anda dapatkan disini Meranggas

AKU-ISME

cerpen oleh Syamsul Maarif, SS Namaku Aku, pekerjaan mencari kerja untuk mendapatkan modal membuka lapangan kerja, menikahi seorang gadis yang paling Aku sayangi dan yang utama membahagiakan orang-orang yang ada di sekitar. Dua puluh dua lebih surat lamaran kerja terkirim tapi tak kunjung juga mendapatkan panggilan, setiap mengirim Aku harus mengeluarkan koceknya dua belas Ribu Rupiah, belum biaya foto dan foto kopi. Sekali lamar bisa mengeluarkan uang lima belas ribu rupiah. Walau pun ini masih belum seberapa bila dibandingkan teman Aku yang mengirim lamaran hingga lebih dari seratus lamaran. Berapa uang yang keluar kalau lima belas ribu kali seratus? Pikir dipikir masih mending mengirim tulisan cerpen paling-paling sepuluh kali bisa diterbitkan dan mendapatkan uang kembali. Aku juga seorang penulis cerpen yang beberapa kali mengirim tulisannya ke beberapa media. Aku kenal dekat dengan beberapa cerpenis dan novelis. Dulu Aku sering bersilaturrohim ke rumah mereka tapi akhir-akhir ini ...